May 2012
14 posts
Aku ingin kita kembali saat SMA. Walaupun aku tau, kamu pasti nggak akan mau. Apalagi kalau dengar penjelasanku; aku mau kembali saat kamu masih sama dia. Walaupun itu pasti bikin aku gondok setengah mati. Ngeliat kamu sama dia lagi? Sekali aja, aku ngedoain kamu putus…apalagi harus ngeliat 2 kali.
Mungkin ini konyol, tapi aku ingin berkaca padanya. Apa yang bisa membuatmu berlaku semanis itu sedangkan bila aku memintanya sekarang, kamu hanya akan berkata “itu masa-masa labil.” Well, biarkan aku kesana. Ke masa itu. Ke masa labil itu. Toh, di masa susah pun aku masih di sini. Biarkan aku ada di dalam masa labilmu, dimana kamu tak malu berkata rindu di shout out mu, bangga memasang foto dengan pacarmu. Kamu…yang kalau kata orang sekarang itu unyu.
Aku mau diperkenalkan ke teman-teman barumu. Yang nggak tau aku ini apa dan siapa. Yang nggak tau kalau kamu sudah ada yang punya.
Mungkin aku emang banyak minta. Atau mungkin perhitungan. Karena merasa semua minta mu aku turuti. Mungkin kamu anggap ini nggak penting, karena menurutmu yang terpenting adalah kita berdua sama-sama tau. Tapi hubungan ini nggak sesederhana itu. Harus dipisahin jarak lebih dari 159KM. Perbedaan lingkungan, perbedaam teman…
Blackberry? Apa Blackberry? Cuma bikin kamu dekat sama semua orang yang kamu mau, tapi mencuri kamu dari aku. Semenjak ada benda itu, kamu nggak pernah lagi melirik aku saat mengemudi. Kita nggak pernah punya pembicaraan dua arah tentang sesuatu yang menyenangkan. Karena benda yang kata orang canggih itu…tidak hanya menyita waktu dan bahan pembicaraanku denganmu. Tapi juga kamu.
Kamu dan Blackberrymu itu pasangan serasi. Kalian saling mengisi. kalian tidak pernah mebiarkan diri kalian kesepian. Suatu hari si bb menghilang, esok hari kamu sudah membawa yang baru.Aku? Pernah suatu waktu akuprotes denganmu. 2 minggu aku diam dan berharap kamu mencariku. Tapi karena Tahiti 80, akhirnya aku menelan lagi ludahku.
Aku terlalu berharap kamu bisa/mau/akan menjalani ini sekali lagi dengan cara yang aku mau. Padahal aku tau :
” You’re the one who responsible with your own happiness”
Jadi aku terima dia. Aku tau ada dia di sana. Seperti ada aku dulu di mata mantanmu waktu SMA. Cuma tinggal tunggu waktu sampai kamu ngaku.
Iya…bukan masalah kamu yang labil di SMA, bukan juga kamu dan blackberry mu. Tapi kamu yang mudah jatuh cinta dan sekarang sedang bersusah payah mencari waktu yang tepat untuk memperkalkanku sebagai mantanmu.
Satu yang selalu aku suka dari kamu. Kamu tidak pernah bisa berbohong denganku. Dan aku juga tau apa yang paling kamu cinta dari aku; kemampuanku untuk bertingkah pura-pura tidak tau :)
Alanis tak bicara apa-apa selama perjalanan. Dia masih sibuk memikirkan kata-kata Seto. Apa benar banyak yang berpikir ia murahan. Dan kemana Adniel saat ia membutuhkan?
“Gayle? Ko berenti?”Tanya Alanis saat mobil menepi. Gayle tak menjawab, ia malah beranjak keluar dari mobil.
“Al, Ban serep mana?!”Tanya Gayle yang membungkukan badannya di depan pintu.
Alanis nyengir dengan perasaan bersalah. “gw keluarin..abis waktu itu lagi bawa banyak barang”dengan etika baik, Alanis berbasa basi untuk ikutan sibuk dengan keluar dari mobil.
“lo di dalem aja..udah malem, anginnya gede lagi..” Alanis kembali masuk ke dalam mobil.
“minta nomer bengkel dong..”pinta Gayle sambil menunjuk kertas yang menggantung di samping kemudi.
“Hallo..gini mas, mobil saya bannya bocor..bisa tolong panggil derek atau..- saya tau udah malem..- Lah, santai aja kali ngomongnya. Kalo gue tau ada bengkel 24 jam, gue juga ngga bakal nelfon lo!”Gayle mematikan hapenya dengan kesal. “ngomongnya baik-baik kek..”
“hahahaha”Gayle mengalihkan pandangannya ke Alanis yang sedang tertawa kencang.
“kenapa??”
“bisa marah juga..??”
“Al, gw lagi nyari cara supaya kita bisa pulang. Kok lo malah ketawa sih..”seru Gayle heran.
“coba telfon bengkel asuransi”usul Alanis.
“Yee lo bilang dong dari tadi, kalo ni mobil asuransi…udah terlanjur malu ni gue!”
Capek laah, ngabisinnya aja capek. bedanya kalo ngabisin uang itu capek tapi seneng, sedangkan kerja nyari uang itu capek doang. uang pasti abis-abis aja sih, mau kerja kaya gimana - nyari kaya gimana juga. makanya…(sok serius dan bijaksana), kerja itu cari kepuasan..
you will hear: satisfaction can’t buy you food..
and i’ll say..satisfaction makes you full, idiot.. (sok idealis :p)
![]()
![]()
Lampu Taman : Tolong aku !
Mercusuar : Apa yang bisa aku bantu?
Lampu Taman : aku…
Mercusuar : atur nafasmu
Lampu Taman : Bantu aku mencarinya
Mercusuar : Lautan ini begitu luas, jarak pandangku terbatas. Aku takut mengecewakanmu
Lampu Taman : Tapi kamu selalu menolong para nelayan itu untuk menemukan jalan mereka. Menuntun mereka pulang.
Mercusuar : Apa orang yang kamu cari ini, juga sedang mencari jalannya pulang?
Lampu Taman : Kemanapun tujuannya, aku hanya tak ingin ia tersesat. Dalam kegelapan.
Mercusuar : Setelah apa yang ia lakukan padamu? Kamu sekarang tak bersinar. Kamu mungkin bukan matahari, tapi kamu ada untuk menerangi. Lihat dirimu sekarang..
Lampu Taman : Bila mencarinya memberatkanmu..
Mercusuar : Aku tak bisa menjanjikan apapun. Tak seperti angin yang mengabdi untuk bertiup ke arah laut saat malam dan darat yang membuka pelukannya saat pagi menjelang.
Lampu Taman : Maka bantu aku. Tolong, bila kamu melihatnya..
Mercusuar : Kamu tidak mendengarkan
Lampu Taman : Arahkan cahayamu padanya
Mercusuar : Di kehidupan sebelumnya kamu pasti batu
Lampu Taman : Dulu aku bintang di langitnya. Sampai lampu-lampu itu hadir meredam cahayaku. Aku tak lagi bisa menjaganya. Cahayaku tak lagi sampai di jalannya. Adaku terlalu jauh darinya.
Mercusuar : itulah mengapa kamu ikut-ikutan jadi lampu? Ingin merasakan menjadi hal yang membuatmu di kehidupan lalu tak berarti?
Lampu Taman : Aku tak punya waktu untuk mendendam.
Mercusuar : Jadilah langit, kemanapun ia pergi…kamu akan selalu mampu mendekapnya.
Lampu Taman : tidakkah kamu mengerti? Bukan itu yang kumau.
Mercusuar : Lihat, di seberang sana ada yang menyalakan kembang api
Lampu Taman : Kamu tahu? Kita sudah menemukannya!!!
Mercusuar : Tunggu apa lagi? Cepat kesana, kejar dia..!
Lampu Taman : Parthos, kembang api itu adalah tanda ia telah menemukan apa yang ia cari. Cinta. Dan dia tidak menyalakan di sini.
Mercusuar : Aku semakin tidak mengerti. Dan aku pasti mabuk, karena aku baru saja melihatmu mengulas senyum lega dan bahagia.
Lampu Taman : Kamu tidak mabuk, Parthos. Kamu memang melihat senyumku! Aku tak pernah sebahagia hari ini…
Di kejauahan, ilalang melambaikan tangan dengan penuh semangat sambil menitipkan salam pada Ombak.
“……………….”
➡ Dan kalian boleh mengisinya sesuai imajinasi kalian :D
Tapped by Nico
![]()
Hallo Gangga, selamat ulang tahun…
Seberapapun facebook gue pernah didelete, twitter gue di unfollow, kita jarang kontak-kontakan, lo suka asik berduaan…you always have me, you always have us. Semoga skripsi lo cepet beres ya Ga :)
![]()
The Birthday Wishes
![]()
Dibutuhkan ulang tahun Gangga untuk ngumpulin kita dalam satu foto lagi. setelah bertahun-tahun. hahaha
![]()
4 tahun yang lalu…hahaha
All Gangga’s birthday photos are under @matiinu copyright