Welcome to Kinder!

Photobucket

Hello my name is Kinanti Desyva.

And welcome to Kinder!!!

What you can find here: Stories...and more stories :P and some pictures i took with my lomo and toy cam.

Que tengas un buen día!!!

http://www.mediafire.com/?dwf752vdm9x3q

Selamat Idul Fitri 1435 H
Mohon maaf lahir dan batin dari hati yang terdalam.

Semoga kita semua bisa bertemu lagi di Ramadan yang akan datang.
Aamiin

Wassalamualaikum,
Piki, Piko, Kila, Niki, Bara dan segenap tokoh di Kinder!

Asker Anonymous Asks:
Kak, Kok sibuk banget sih? kan jadi susah kalo mau aku ajak main. -Ketua Geng Depi Dina-
desyva desyva Said:

God!! You remember their names! But then again…my mommy says i shouldnt talk - and hang out - with strangers… :p

Dunia mimpi Kila masih berlatar pantai, namun kali ini pasirnya putih bersih sehalus bedak. Di hadapannya ada semacam dermaga yang ujungnya dipagari. Mungkin dermaga itu lebih tepat disebut balkon untuk menikmati lautan di sekitarnya.

Kila berdiri di sana. Bersandar pada salah satu pagarnya sambil menikmati hembusan angin laut yang diiringi pohon yang melambai. Berbeda dengan pantai jingga yang berpemandangan lautan luas tanpa batas, balkon ini adalah titik terbaik untuk melihat bukit-bukit hijau yang memagari teluk tempat mereka berada.

Kila Kala Senja, itu nama panjanganya. Tapi sepertinya masih kurang panjang, mustinya Kila Kala Senja di Tepi Pantai.  Niki tidak pernah tahu kalau kecintaan Kila terhadap pantai sampai sebegininya. Sampai di setiap mimpi yang Ia datangi harus berlatar pantai atau pulau.

“I miss her sometimes” Ini pertama kalinya Kila berbicara di mimpinya. “No, I miss her everytime. All of my life”

“Adista?” tanya Niki yang tidak menyangka bahwa Kila bisa se-Hello Kitty ini.

Kila hanya tersenyum penuh misteri. Bukan, bukan Adista, batin Niki.

Lalu tiba-tiba seorang perempuan berjalan menghampiri mereka. Perempuan itu menggunakan kain songket berbenang emas dengan selendang menutupi bahunya. Rambut hitamnya tergelung dihiasi Siger yang juga terbuat dari emas. Perempuan itu tersenyum ke arah Kila, memandanginya dengan penuh cinta. Lalu ia meletakan kedua tangannya di atas pagar balkon sambil menikmati aroma khas lautan.  Di sebelahnya, Kila tidak lepas memandanginya, penuh kekaguman, penuh kerinduan. Hati Niki tersayat melihat itu semua. Bukan karena Niki cemburu melihat bagaiman Kila mencintai wanita lain, tapi bagaimana Kila menyimpan kerinduan yang begitu mendalamlah, yang membuat Niki merasakan sakit di dadanya. Ia bisa merasakan bagaimana Kila menahan sakit karena kehilangan. Mata sendunya seperti menyimpan ribuan kisah sedih yang entah bagaimana bisa Niki rasakan. Hati Niki seperti berlubang, seperti patah hati, seperti ditinggal mati, seperti merindu tanpa bisa bertemu lagi.

Ia pun menangis.

Niki menangisi kesedihan Kila yang selama ini tidak pernah Kila perlihatkan. Kila pernah begitu mencintai dan kehilangan. Dan Niki tidak dapat menahan kesedihan itu.  Ia tidak dapat menghentikan tangisnya. Tanpa ia sadari, pantai itu telah berubah kembali menjadi kamarnya.

Dan sampai malam berakhir, Niki masih menangis sendirian di tempat tidurnya.

#favourite

Kisses from the sun #throwback #orabeach

"Kila!!" Teriak Niki dari ujung koridor sekolah saat melihat sahabatnya itu melintasi gerbang.

"Hey, Nik…how’s your dream last night?" Tanya Kila yang melambatkan jalannya.

"Mmmm…"

Kila menghentikan langkahnya, “Main ke mimpi Bara lagi?”

Niki tak menjawab. Tapi diamnya Niki itu justru sudah menjelaskan semua. “Kita akan cari cara ya…supaya lo bisa keluar dari mimpi sesuai mau lo. Mudah-mudahan mimpi yang tadi malam bukan mimpi…emm…”

"Bukan kok!!!" Jawab Niki cepat.

"Bagus lah."

"Terus malam minggu lo gimana kemarin? Jadi ke rumah Yuri?" Niki segera mengalihkan pembicaraan.

“Jadi, dan lo nggak akan percaya dengan keajaiban apa yang terjadi setelah gue pulang dari sana” jawab Kila sambil memainkan alisnya.

Niki lalu menarik Kila menuju koridor yang lebih sepi. Akhir-akhir ini Kila tidak bosan-bosannya membuat Niki takjub dengan pengalamannya bermain-main dengan arloji tua warisan kakeknya. “Lo lompat ke masa depan lagi??” Tanya Niki penuh semangat.

“Gue berkelana ke negeri ajaib!”

“DEMI APA?? Kok lo nggak ajak gue?!”

image

“Lo tau kan, gue nggak tau jalan ke rumahnya Yuri. Jadi gue memutuskan untuk janjian sama Andy supaya kita bisa pergi iring-iringan.” Tutur Kila.

“Kenapa lo nggak nebeng Andy aja?”

“Gue harus jemput nyokap malamnya.” Jelas Kila sambil memainkan arloji tua yang ia simpan di dalam saku celananya. “Anyway, long story short, karena padat dan chaosnya jalan…gue nggak sadar kalau saat perjalanan pulang, mobilnya Andy udah nggak ada di depan mobil gue.

Dengan sok pintarnya, gue menerka-nerka jalan sampai akhirnya gue terbawa arus menuju negeri ajaib. Jangan tanya gimana caranya gue bisa sampai di sana deh. Semua kejadiannya cepat banget!”

“Terus-terus? Si Andy-nya kemana??”

“Dia sempet nelfon gue, tapi nggak keangkat. Lo juga tau kan, gue paling nggak bisa multi tasking.”

“Lo bisanya apa sih? Nginget jalan nggak bisa, multi tasking nggak bisa.”

“Lo mau denger terusannya apa nggak?” Kila sudah siap beranjak dari hadapan Niki.

Niki segera menarik ujung kemeja seragam Kila, “mau mau. Lo taunya itu negeri ajaib dari mana?”

“Kanan-kiri gue bukan lagi mobil biasa, gue nggak tau itu makhluk apa…tapi mereka mirip banget Brontosaurus. Mereka pergi berbondong-bondong. Sepertinya lebih dari 10 kawanan. Saling pepet-pepetan, seperti saling nggak mau kalah mengejar sesuatu. Lemes gue, Nik…gue bener-bener nggak tau saat itu gue ada dimana. Gue berasa kecil banget. Takut keinjek gue.” Cerita Kila menggebu-gebu.

Niki ikut terbawa suasana. Bahkan dalam mimpi-mimpi yang ia masuki, belum pernah ia mengalami yang seperti itu. “Terus gimana? Lo muter balik aja lah..”

“Nggak bisa, mereka terlalu besar dan terlalu…rapat. Gue nggak bisa kemana-mana selain mengikuti arus itu. Ada kali gue satu jam dalam kebawa arus tanpa ada yang bisa gue tanya.”

“Nggak ada peri hutan? Kesatria berkuda putih? Kelinci yang selalu berjalan terburu-buru? Bajak laut? Masa nggak ada yang bisa lo tanya sama sekali???” Niki selalu begini bila Ia mendengar cerita yang dapat menumbuhkan imajinasinya, gemas sendiri.

Kila menggigiti bibirnya terlihat berpikir dan mencoba mengingat sesuatu. “Kalaupun ada, gue cupu. Nggak berani tanya. Gue sibuk panik sendiri dan penasaran. Mau kemana sebenarnya rombongan itu? Ada apa di depan sana sampai jalanan yang nggak seberapa lebar itu dipenuhi makhluk-makhluk yang nggak pernah gue lihat sebelumnya?

Nggak lama gue lihat parade, kembang api dan lampu laser yang menembak kesana kemari. Seperti sedang ada perayaan besar tak jauh dari tempat gue nyetir saat itu.”

“Ah Kila, pasti raja penguasa baru saja memiliki anak yang akan menuruskan tahtanya” Niki mulai sibuk dengan khayalannya sendiri.

Kila hanya tersenyum melihat sahabatnya yang mulai tidak fokus mendengar ceritanya.

“Ajak gue kesana Kila…please!!” Niki kembali menarik-narik ujung lengan kemeja Kila.

Kila mengangkat kedua alisnya, “Yakin??”

“Yakin!!! ayo…kita cabut sekolah aja. Kita kesana Kil..”

Kila lalu membalikan badannya siap untuk pergi, “Oke…”

“Lo inget jalannya??”

“Kita bisa cari di peta”

“Emang ada???”

“Gue lihat papan nama besar di pintu gerbang masuk ke negeri itu.”

“Apa nama negerinya Kil????”

“Bekasi Barat.”

Lalu Niki dan Kila saling berpandangan tanpa berbicara apa-apa. Niki masih menunggu apakah Kila akan meneruskan kalimatnya. Sedangkan Kila menantikan tanggapan dari Niki, apapun bentuknya.

“Apa nama negerinya, Kila?” Akhirnya Niki membuka suara, mengulangi pertanyaannya lagi.

“Bekasi Barat…itu loh, kawasan yang nggak jauh dari Bekasi Timur” Jawab Kila dengan air muka datarnya.

Niki memandang Kila tidak percaya. Bisa-bisanya Kila menghancurkan dreams-come-true momentnya. “Serius?”

“Truk gede semua Niki….macet banget! Nggak paham lagi gue, padahal itu gue di jalan tol. Mana di jalan tol nggak bisa muter balik”

“Nggak lucu Kil,” Lalu Niki berjalan meninggalkan Kila yang sedang sekuat tenaga menahan tawanya.

Kila lalu mengejarnya, “duh, ngambeeek”

“Nggak asik lo!” Kata Niki ketus.

“Terus yang asik siapa? Bara? Bilangin ke Bara, sana bikin mimpi yang lebih seru daripada nyasar di Bekasi Barat..” Ujar Kila sambil mengacak-acak rambut Niki.

Niki tak menjawab apa-apa.

“oh, udah pernah di bawa ke mimpi yang seru??”

“Besok-besok, karang cerita yang lebih seru dari Transformers berantem sama Gundam!”

“Wah..keren amat si Bara, gue ikutan naksir deh sama dia” Goda Kila.

“Kila nyebelin!!!!”

"told you Anti, everything is gonna be great." kata yang di tengah, sebelum jalan kesitu… #catatan17 #mylifeatHolcim

Niki kembali ke dunia nyata. Yang mereka tahu, dia telah lama terbaring koma tanpa jelas apa penyebabnya. Kila tahu bahwa Ia nyaris kehilangan sahabatnya karena apa, Bara sempat ragu bahwa Ia akan berhasil mencarikan pintu keluar untuk Niki kembali dari dunia mimpinya.

Niki tidak mau terlelap lagi, Ia tidak mau terjebak dalam mimpi orang lain lagi. Ia tidak mau terjebak dalam mimpi buruk orang lain lagi. 

Sore itu adalah hari kedua Niki terjaga tanpa membiarkan dirinya tertidur pulas. Hujan menyapanya dan Ia kembali mengingat apa yang akan dihadapinya. That is the time when she learns the hard truth.

That some nightmares don’t end once we open our eyes.*

*Gossip Girl: The Unblairlable Lightness of Being